JKGFHGAdd title

.::Following::.

free counters

FEEDJIT Live Traffic Feed

Tampilkan postingan dengan label Kata-kata bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata-kata bijak. Tampilkan semua postingan

.::Letak Kecantikan Wanita::.

Kamis, 29 April 2010

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carila kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang I ndah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, dperbaharuai,dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mesyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, dimana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatina dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Open Your Heart

Rabu, 14 April 2010

Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari disekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang jauh. Namun saat kita tidak mengharapkan, cinta hadir tanapa diundang. .Kita pun tidak bias memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang, cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.

Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta dalah untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan dating pada saat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.
Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat-sahabat kita, dan sesame. Dengan memberikan cinta, maka kita telah ‘mengundang’ cinta untuk dating. Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta-cinta yang terbang di sekeliling kita untuk akhirnya hinggap dan bersemayam dihati kita selamanya.

Open Your Heart

Senin, 25 Mei 2009

Banyak orang bilang, cinta begitu sulit ditebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari disekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang jauh. Namun saat kita tidak mengharapkan, cinta hadir tanapa diundang. .Kita pun tidak bias memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang, cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.

Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta dalah untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan dating pada saat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.

Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat-sahabat kita, dan sesame. Dengan memberikan cinta, maka kita telah ‘mengundang’ cinta untuk dating. Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta-cinta yang terbang di sekeliling kita untuk akhirnya hinggap dan bersemayam dihati kita selamanya..


OPEN YORU HEART, THEN IT WILL FIND ITS OWN WAY

Yang Paling Bertanggung Jawab

Jumat, 24 April 2009

Kalau Anda ingin menyalahkan orang yang paling bertanggung jawab atas kegagalan Anda dalam hidup, maka Anda bisa mulai dengan menyalahkan diri sendiri? Kenapa demikian?

Karena Andalah sendiri yang mengambil keputusan untuk gagal. Bukan atasan Anda yang galak. Bukan anak buah Anda yang sudah diatur. Bukan istri Anda yang tidak sejalan. Bukan suami Anda yang tidak perngertian. Bukan teman di kantor yang menggosipkan Anda. Tetapi karena anda sendirilah yang memutuskan, mengabil keputusan dengan penuh kesadaran, untuk gagal.

Seorang pesenam dari Jepang meraih medali emas impiannya setelah menari dengan indah di Olympiade. Padahal hari sebelumnya, tumitnya retak dan dokter mengatakan di akan cacat seumur hidupnya. Rasa sakit dikalahkan oleh kemauan yang kuat untuk mempersembahkan medali bagi negaranya.

Sepasang mahasiswa drop-out memulai sebuah perusahaan software kecil-kecilan yang sama sekali tidak diperhitungkan akan menjadi besar. Kini Bill Gates dan Tim Allen merupakan dua orang legenda software dunia, padahal hanya berijazah high Scholl (SMA).

Seorang veteran perang dunia pertama menawarkan resep masakan keluarganya kepada leibih dari seribu orang yang dinilainya dapat memberinya modal usaha mengembangkan restoran seribu orang itu menolaknya. Tapi ia tidak menyerah bila saat itu Kolonel Sanders memutuskan berhenti pada penolakan yang ke 999, hari ini kita tidak akan mengenal Kentcky Fried Chiken.

Ketika percobaan lampunya yang ke-sekian ratus gagal, Thomas Alfa Edison berkata pada seorang wartawan, “Saya tidak gagal! Bahkan saya baru saja berhasil meneukan cara ke 879 untuk tidak membuat lampu !” Pantang menyerah.

Sukses Anda, bukan nasib. Sukses adalah sesuatu yang hanya dapat dicapai dengan harta keringat, air mata dan kadang juga darah. Pada prinsipnya, tidak ada orang yang gagal. Yang ada hanya orang yang “memutuskan untuk berhenti” sebelum mencapai sukses.

Kearifan Emas

Kamis, 23 April 2009

Seorang pemuda mendatangi Zun-zun dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti megapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana, Bukanakah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.”

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cicin dari salah satu jarinya, lalu berkata,”Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambilah cincin ini dan bawalah kepasar diseberang sana. Bisakah kamu menjulanya seharga satu keping emas?”. Melihat cincin Zun-zun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bias dijual seharga itu.” Sang guru menjawab,”Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedangan kain, pedangang sayur, penjual danging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Meraka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu sja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-zun dan melapor, “Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.” Zun-zun, sambil tetap tersemyum arif, berkat, “Sekarang pergilah kamu ke took emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas disana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.”

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-zun dengan raut wajah yang lain. Ia kembali melapor, “Guru, ternyata para pedangang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi dari pada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.” Zun-zun tersenyum simpul sambil berujar lirih,”Itulah jawaban atas pertanyaan tad sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakainnya. Hanya “para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar” yang menilai demikian. Namun tidak lagi “pedagang emas”.

“Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat mudaku. Kita tak bisa menilainya hany dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangkan emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas.”